Atas Dasar Apa?
Atas dasar apa selayaknya seseorang bisa menyatakan: "Seharusnya kamu bersyukur, banyak orang yang lebih susah! " "Seharusnya kamu bersyukur, banyak orang yang lebih menderita!" "Kamu harus bersyukur, banyak yang ingin di posisi kamu!" Apa alat ukur untuk menyatakan "seharusnya" dan apa patokan dari kata "seharusnya kamu lebih bersyukur"? Apakah kelayakan hidup, karena berasa di posisi dan momentum hidup yang lebih baik? Menurut perkiraan material dan privilage? Atau dua keadaan sama yang saling bertolak, dan dua keadaan saling gandeng yang di perbandingkan? Seperti aku harus bersyukur, karena makan enak, sedangkan misal anak di jalanan bisa saja menahan lapar tidak bisa makan enak dan sekedarnya? Namun, kemudian dimana variabel Aku makan enak dan seorang diri di mejaku? Sedangkan mereka makan biasa saja tapi ramai-ramai sebungkus dengan keluarga dan temanya? Bukankah variabel perbandingan selain material penting? Dititik ini aku men...