Saat ingin mengirim tas ke adikku aku membuat surat untuknya Isinya begini: Hidup dengan lembut dan pelan. Bukan kah itu dua hal yang susah sekali? Dimana mata memandang, kamu melihat keributan, gesekan alat kopi di tempat tempat nongkrong, suara klakson. Dunia saja sudah cukup ribut secara fisik. jari, mata dan badanmu bisa merasakannya. Secara psikis di langit, bola matamu melihat puing mimpi dan abisi yang deras dari jutaan manusia, sehingga udara yang sudah sesak, menjadi pengap dengan hasrat dan mobilisasi orang-orang yang berceceran. Bukan kah kamu perlu membuat ruang kosong antara dirimu dan kota?. Membuat ruang kosong antara dirimu, dan hidup orang banyak, atau bunyian bunyian impian orang tua.? Kamu pasti masih punya nyali bukan?. Setidaknya untuk menyelamatkan dirimu. Memperlakukannya seperti seorang ibu menyusui bayinya.