Postingan

Gambar
Saat ingin mengirim tas ke adikku aku membuat surat untuknya Isinya begini: Hidup dengan lembut dan pelan. Bukan kah itu dua hal yang susah sekali? Dimana mata memandang, kamu melihat keributan, gesekan alat kopi di tempat tempat nongkrong, suara klakson. Dunia saja sudah cukup ribut secara fisik. jari, mata dan badanmu bisa merasakannya. Secara psikis di langit, bola matamu melihat puing mimpi dan abisi yang deras dari jutaan manusia, sehingga udara yang sudah sesak, menjadi pengap dengan hasrat dan mobilisasi orang-orang yang berceceran. Bukan kah kamu perlu  membuat ruang kosong antara dirimu dan kota?. Membuat ruang kosong antara dirimu, dan hidup orang banyak, atau bunyian bunyian impian orang tua.? Kamu pasti masih punya nyali bukan?. Setidaknya untuk menyelamatkan dirimu. Memperlakukannya seperti seorang ibu menyusui bayinya.

Atas Dasar Apa?

Gambar
Atas dasar apa selayaknya seseorang bisa menyatakan:  "Seharusnya kamu bersyukur, banyak orang yang lebih susah! "  "Seharusnya kamu bersyukur, banyak orang yang lebih menderita!" "Kamu harus bersyukur, banyak yang ingin di posisi kamu!" Apa alat ukur untuk menyatakan "seharusnya" dan apa patokan dari kata "seharusnya kamu lebih bersyukur"?  Apakah kelayakan hidup, karena berasa di posisi dan momentum hidup yang lebih baik? Menurut perkiraan material dan privilage? Atau dua keadaan sama yang saling bertolak, dan dua keadaan saling gandeng yang di perbandingkan? Seperti aku harus bersyukur, karena makan enak, sedangkan misal anak di jalanan bisa saja menahan lapar tidak bisa makan enak dan sekedarnya? Namun, kemudian dimana variabel Aku makan enak dan seorang diri di mejaku? Sedangkan mereka makan biasa saja tapi ramai-ramai sebungkus dengan keluarga dan temanya? Bukankah variabel perbandingan selain material penting? Dititik ini aku men...

KEADILAN ALLAH

  Banyak yang mempertanyakan tentang keadilan Allah. Mengapa Allah menciptakan neraka, cobaan dan derita? Namun, kita tidak balik bertanya tentang kasih sayangnya.   Di dalam bukunya “The Secret of Devine Love” Helwa pernah mengatakan: “ if justice is giving you what you deserve, then mercy is when you are given more than you deserve or could ever earn ” Jika kita mengukur keadilan dengan apa yang telah kita dapatkan. Maka, kita tidak bisa mendefenisikan kalau Allah itu tidak adil. Karena, bahkan apapun yang ada di dunia ini adalah kepunyaan Allah. Bayangkan? Tuhan yang tidak membutuhkan apapun, malah memberi kita semuanya. Bisakah kita membayar Allah untuk pengelihatan, pendengaran, rasa yang telah Ia berikan. Sesungguhnya penilaian kita tentang ‘adil lah’ yang salah dan bukan ‘keadilan Allah’ itu sendiri. Dan semua derita dan rasa sakit sebenar-benarnya bukan lah bersumber dari Allah, “we wronged ourselves” with choice that we have made” (7:23)

YANG KU SYUKURI

Gambar
Yang ku syukuri setelah sinar matahari pagi, dan embun yang bulat dan dingin  Adalah menjadi wanita. sebelum menjadi anak, Sebelum menjadi kakak, Sebelum menjadi adik, Sebelum menjadi ibu, Sebelum menjadi istri, Sebelum menjadi teman, Aku adalah wanita untuk diriku sendiri. Aku lahir dari rahim (peyayang) Yang utamanya adalah, menyanyangi diriku sendiri, menyayangi dunia kecil ku, Menyayangi luka-luka ku, menjadi pelipur lara untuk diriku sendiri. Tetap saja, yang ku kirimin surat cinta , adalah diriku di masa lalu, masa kanak-kanak,  atau masa remaja sampah.   Kalau lagi marah dan kesal, jariku lah yang meremuk-remuk kertas agar aku tetap tabah.  Dadaku mengatur nafas, aku tetap dingin  dan sesekali bisu. Kakikulah yang menapak melewati, Kerikil, dan kaca.  Badankulah yang tegap, menahan semua deru derita. My self, my ride or die.

BEBEK

Gambar
Tuhan,  jika disurga nanti bolehkah  aku meminta menjadi bebek manis diantara bunga matahari? Soalnya, aku suka trauma menjadi manusia. Sering aku melihat film kartun dimana para tuan puteri kadang dikutuk menjadi hewan-hewan, serigala, dll.  Apalagi di Indonesia bahkan difilmkan menjadi serial azab "Wanita Durahaka Menjadi  setengah Ikan Pari". Apakah menjadi hewan sebegitu mengerikan dan hina?. Lihatlah bebek lucu ini, ia memiringkan kepala seolah bekata "Hei Human, are u okay tobe Human?" Diara,  24 Februari 2020

AKU BUKAN SI KANCIL ANAK NAKAL

  Nama masjid itu Al-Kautsar, sama seperti sungai di dalam surga yang kedua tepinya terbuat dari emas, airnya mengalir di atas mutiara. Tanahnya lebih wangi dari misk. Airnya lebih manis dari madu dan warnanya lebih putih dari salju. Aduhai, siapa yang tak mau berkunjung kesana. Surga sungguh bukan sebuah fantasi belaka di dalam pikiran Reno, tingkah Reno persis seperti penghuninya. Aku terududuk shaf kanan pojok masjid, menatap langit-langit atasnya yang telah kobong , kosong karena usai rubuh dua hari lalu. Berani berdamai dengan diriku sendiri, aku masih ingat sekali bagaimana tanganku bergetar menyelimuti Reno dengan kain hijau pembatas shaf wanita dan pria. Wajah Reno yang hancur tertimpa kayu balok yang rubuh dari atap, darah bercucuran muncrat kebaju  putihku. Maut mengakhiri hidup Reno.  Saat ini, menurutku Renolah yang selamat. Bagaimana tidak? maut mendekatinya seusai salat dan Ia pasti mendapatkan  Al-Kautsar. Sementara aku?  belum tentu, hari-har...

KOMPOR UNTUK MAK

  Perayaaan 17 Agustus, adalah hari yang cukup menyesakan buatku. Aku adalah seorang remaja 17 tahun, yang tinggal dibelakang lapangan sepak bola sejak kecil. Lapangan itu dipakai oleh warga Sukasari untuk merayakan berbagai perlombaan 17 Agustusan. Aku punya phobia terhadap warna yang merah, mau itu merah darah, merah mawar, merah delima. Dan lain-lain. Hal itu membuatku bahkan sulit menelan buah yang berwarna merah. Aku suka makan tomat, tapi apa daya setiap memakan tomat selalu ku tutup mata sambil menyantapnya. Aku juga suka makan semangka, tapi semangka terlalu merah untukku. Akhirnya setiap mau minum jus semangka aku harus membawa botol hitam beserta sedotanya agar tak sempat melihat merahnya. Begitulah jika sulit menerima beberapa warna, akan buat repot. Anehnya ini tidak hanya terjadi padaku. Mak, dan adikku juga terjangkit penyakit konyol ini, mereka akan muntah, mual bahkan pusing-pusing ketika melihat warna yang konon dilambangkan sebagai peniup semangat ini. I...