Atas dasar apa selayaknya seseorang bisa menyatakan: "Seharusnya kamu bersyukur, banyak orang yang lebih susah! " "Seharusnya kamu bersyukur, banyak orang yang lebih menderita!" "Kamu harus bersyukur, banyak yang ingin di posisi kamu!" Apa alat ukur untuk menyatakan "seharusnya" dan apa patokan dari kata "seharusnya kamu lebih bersyukur"? Apakah kelayakan hidup, karena berasa di posisi dan momentum hidup yang lebih baik? Menurut perkiraan material dan privilage? Atau dua keadaan sama yang saling bertolak, dan dua keadaan saling gandeng yang di perbandingkan? Seperti aku harus bersyukur, karena makan enak, sedangkan misal anak di jalanan bisa saja menahan lapar tidak bisa makan enak dan sekedarnya? Namun, kemudian dimana variabel Aku makan enak dan seorang diri di mejaku? Sedangkan mereka makan biasa saja tapi ramai-ramai sebungkus dengan keluarga dan temanya? Bukankah variabel perbandingan selain material penting? Dititik ini aku men...
Tuhan, jika disurga nanti bolehkah aku meminta menjadi bebek manis diantara bunga matahari? Soalnya, aku suka trauma menjadi manusia. Sering aku melihat film kartun dimana para tuan puteri kadang dikutuk menjadi hewan-hewan, serigala, dll. Apalagi di Indonesia bahkan difilmkan menjadi serial azab "Wanita Durahaka Menjadi setengah Ikan Pari". Apakah menjadi hewan sebegitu mengerikan dan hina?. Lihatlah bebek lucu ini, ia memiringkan kepala seolah bekata "Hei Human, are u okay tobe Human?" Diara, 24 Februari 2020
Saat ingin mengirim tas ke adikku aku membuat surat untuknya Isinya begini: Hidup dengan lembut dan pelan. Bukan kah itu dua hal yang susah sekali? Dimana mata memandang, kamu melihat keributan, gesekan alat kopi di tempat tempat nongkrong, suara klakson. Dunia saja sudah cukup ribut secara fisik. jari, mata dan badanmu bisa merasakannya. Secara psikis di langit, bola matamu melihat puing mimpi dan abisi yang deras dari jutaan manusia, sehingga udara yang sudah sesak, menjadi pengap dengan hasrat dan mobilisasi orang-orang yang berceceran. Bukan kah kamu perlu membuat ruang kosong antara dirimu dan kota?. Membuat ruang kosong antara dirimu, dan hidup orang banyak, atau bunyian bunyian impian orang tua.? Kamu pasti masih punya nyali bukan?. Setidaknya untuk menyelamatkan dirimu. Memperlakukannya seperti seorang ibu menyusui bayinya.
Komentar
Posting Komentar